kunjungan kerja meninjau Kawasan Ekonomi Khusus Maloy
Kutai Timur â Kepala BPKAD Provinsi Kalimantan Timur, A.
Muzakkir, mendampingi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, dalam kunjungan
kerja meninjau Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK),
Rabu (25/2/202
Kunjungan ini bertujuan memastikan percepatan pengembangageostrategis wilayah
Kutai Timur diproyeksikan sebagai pusat pengolahan kelapa sawit dan turunannya,
industri mineral, gas, batu bara, hingga sektor pariwisata. Pengembangan
kawasan juga mencakup rencana pembangunan pelabuhan internasional serta
peningkatan akses jalan guna mendukung kelancaran distribusi bahan baku dan
hasil industri.
KEK MBTK terbuka bagi berbagai sektor, mulai dari pengolahan kayu, energi,
logistik, hingga penyediaan infrastruktur. Dengan serapan anggaran sekitar
Rp1,7 triliun dan total estimasi proyek mencapai Rp2,6 triliun yang bersumber
dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten, kawasan ini menjadi perhatian
bersama untuk terus didorong optimalisasinya.
Letaknya yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II)
menjadikan KEK Maloy sangat strategis sebagai simpul perdagangan internasional
dan pusat industri di kawasan timur Indonesia.
KEK Maloy sendiri diresmikan pada 1 April 2019 oleh Presiden Joko Widodo.
Dengan dukungan infrastruktur dan posisi strategis tersebut, KEK MBTK
diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi Kalimantan Timur menuju
industri berbasis hilirisasi dan peningkatan nilai tambah daerah.
(Foto : Biro Adbang)
