Rilis BPBD Kaltim per Rabu 27 Mei 2020

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh terus mengalami peningkatan. Trennya justru lebih baik dari peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif. Namun pergerakannya belum cukup signifikan.
Di sejumlah daerah, pergerakan tren pasien sembuh sudah berada di atas 50 persen dibandingkan pasien positif. Namun di beberapa daerah lainnya, jauh dari 50 persen, karena tingkat kesembuhan pasien masih cenderung lambat.
Hingga Rabu (27/5/2020), jumlah pasien positif Covid-19 bertambah tiga orang menjadi 280 orang. Pasien sembuh bertambah enam orang menjadi 128 orang dan yang sementara masih dirawat berjumlah 149 orang, berkurang tiga orang, karena ada enam pasien sembuh dan tiga pasien positif.
“Pemerintah dan tenaga medis terus bekerja keras mengupayakan kesembuhan pasien di semua daerah,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, H Nazrin.
Beberapa daerah yang trennya sudah di atas 50 persen adalah Balikpapan dengan perbandingan, 53 kasus positif, 34 sembuh,. dua meninggal dunia dan 17 dirawat.
Samarinda, 41 kasus positif, 28 sembuh, satu meninggal dan 12 dirawat. Penajam Paser Utara, 19 kasus positif, 11 kasus sembuh
dan delapan dirawat. Kutai Kartanegara, 46 kasus positif, 28 sembuh dan 18 dirawat.
“Dan Bontang persis 50 persen. Dua belas kasus positif, enam sembuh dan enam dirawat,” ungkapnya.
Daerah lainnya yang tingkat kesembuhannya masih rendah yakni Berau,
34 kasus, dua sembuh dan 32 dirawat. Kutai Barat, 21 kasus positif, lima sembuh dan 16 dirawat. Kutai Timur 39 kasus, sembilan sembuh dan 30 dirawat dan Paser, 15 kasus positif, lima sembuh dan 10 dirawat.
Jadi, lima kabupaten dan kota yang tingkat kesembuhannya 50 persen ke atas, dan empat kabupaten yang tingkat kesembuhannya masih sangat rendah.
“Satu kabupaten, yakni Mahakam Ulu, masih aman karena tidak ada kasus positif Covid-19 di sana,” tutup Nazrin.

Bansos, Juni Clear

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim HM Sa’bani memimpin rapat koordinasi Mekanisme Penyaluran Dana Bantuan Covid-19 Kepada Masyarakat melalui Bankkaltimtara dan Bank BRI.
Pj Sekdaprov Kaltim didampingi Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim HS Fathul Halim, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat HM Jauhar Efendi dalam rakor digelar di Ruang Tepian 2 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (27/5/2020).
Hadir Kepala BPKAD HM Sa’aduddin, Kadinsos Agus Hari Kesuma, Kadispar Sri Wahyuni, Kadisnak Keswan Dadang Sudarya, Kepala Diskominfo Diddy Rusdiansyah, Plt Kadishub Hafidz Lahiya, Kepala Biro Kesra H Elto dan Kepala Biro Humas HM Syafranuddin serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim.
Sa’bani menyebutkan data yang sudah clear dan siap pencairan dana Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Perindagkop UMKM Kaltim.
“Dispar dan Disdik mendahului. Insyaa allah, 29 Mei sudah ada yang bisa cair oleh Bankaltimtara. Sedangkan Bank BRI masih menunggu atau paling tidak awal Juni. Penyalurannya disepakati tiga bulan (April, Mei dan Juni) sebesar Rp750 ribu per orang,” kata Sa’bani.
Sa’bani mengakui ada keterlambatan penyaluran karena verifikasi data berulangkali dan memakan waktu cukup lama sebab banyak data yang masuk, bahkan terindikasi ganda tentu perlu dipilah berkali-kali.
“Ini data kita harapkan sudah terpilah secara baik. Bahwa mereka tidak menerima bantuan dari program-program lain. Keseluruhan kita menyiapkan Rp150 miliar untuk bantuan masyarakat terdampak Covid-19,” ungkap Sa’bani.
Guna memudahkan penyaluran BTT Bansos bersumber dari APBD Kaltim, Pemerintah menunjuk dua perbankan untuk pelayanan, yakni Bankaltimtara melayani wilayah Balikpapan, Bontang, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara dan Paser. Sementara Bank BRI melayani wilayah Samarinda, Kutai Timur, Kutai Barat, Mahakam Ulu dan Berau.
“Masing-masing OPD harus infokan ke masyarakat penerima. Di bank mana saja mereka bisa mengambil bantuan,” harapnya

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Harus Merubah Prilaku

SAMARINDA- Dalam memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), masyarakat harus bisa merubah prilaku hidup sehat dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
“Tanpa adanya komitmen dan kesadaran masing-masing individu keluarga dan masyarakat melakukan prilaku hidup sehat, maka kita tidak akan bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak saat keterangan pers kepada media melalui video conference, Senin (18/5/2020).
Menurut Andi Ishak, merubah prilalaku hidup sehat dan bersih adalah sebelumnya jarang mencuci tangan, maka mulai saat ini harus membiasakan mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir minimal 20 detik.
Rajin mencuci tangan sebelum maupun sesudah beraktivitas. Sebab tangan merupakan media paling cepat menerima semua virus atau bakteri. Karena, tangan ini media mengandung micro organisme. Dan tangan adalah bagian yang paling aktif memegang maupun menyentuh sesuatu.
“Bisa saja tangan kita sendiri maupun orang lain telah terkontaminasi virus atau bakteri. Kita tidak mengetahuinya, bisa saja menularkan atau tertular virus tersebut. Makanya jangan malas mencuci tangan,” tandasnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap Covid-19. Artinya, pandemi ini sudah diketahui secara luas oleh masyarakat dan bukan rahasia lagi. Apalagi hingga saat ini kasus terkonfirmasi pun terus terjadi. Tak terkecuali di Benua Etam, Kaltim.
Update perkembangan Covid-19 per Senin 18 Mei 2020, orang dalam pemantauan (ODP) ada penambahan 56 kasus sehingga total 9.047 kasus, selesai pemantauan 98 kasus, sehingga total 8.887 kasus.
Terkonfirmasi positif ada penambahan satu kasus (total 255 kasus), kasus sembuh ada penambahan 10 kasus sehingga total 76 kasus dan meninggal tiga kasus.

Dipangkas Tak Sampai Separo

SAMARINDA – Muncul kekhawatiran di masyarakat bahwa anggaran Kaltim berkurang separo atau setengah dari APBD tahun anggaran (TA) 2020.
Anggapan ini muncul karena adanya kebijakan pemerintah pusat agar daerah melakukan penyesuaian anggaran masing-masing, guna percepatan penanganan wabah virus Corona (Covid-19) secara nasional.
“Saya kira anggaran Kaltim tidak hilang separo. Perkiraan kita, APBD Kaltim berkurang hanya hingga Rp3 triliun dari alokasi 2020 sebesar Rp11 triliun, sehingga menjadi Rp8 triliun,” tegas Penjabat (Pj) Sekprov Kaltim HM Sa’bani, di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (15/5/2020).
Sa’bani mengatakan, alokasi anggaran yang berkurang itu adalah belanja modal, barang dan jasa, kemudian beberapa bantuan keuangan, misalnya hibah yang berkurang.
Sedangkan beberapa alokasi belanja lainnya, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Kesehatan dan Pendidikan oleh pemerintah pusat tidak dikurangi.
“Untuk pekerjaan mana yang masih berjalan maupun dikurangi, itu dikembalikan ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang menanganinya. Sebab mereka yang mengetahui kondisi tersebut,” jelasnya.
Sa’bani mengakui memang ada sekitar 100 paket pekerjaan fisik yang dinilai mengalami penyesuaian anggaran tersebut. Tetapi, ada juga yang tidak. Karena, pekerjaan tersebut telah lebih dulu dilaksanakan sebelum adanya penyesuaian.
Dalam penyesuaian anggaran ini, Pemprov sepenuhnya menyerahkan kepada OPD masing-masing melaksanakan.
“Memang ada yang pengerjaannya dan ada tetap berjalan. Yang jelas, pekerjaan yang ditunda melihat kondisinya dan dinilai sulit diselesaikan pada tahun ini seperti pekerjaan fisik,”

Laksanakan Amanah

SAMARINDA – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekdaprov) Kaltim HM Sa’bani siap melaksanakan arahan yang disampaikan Gubernur Kaltim H Isran Noor.
“Ada beberapa hal yang perlu dikonsolidasikan, kita benahi dan tata kalau ada permasalahan, tapi sekarang sudah berjalan, selama saya memegang selaku pelaksana tugas,” kata Sa’bani usai dilantik Gubernur Kaltim di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (15/5/2020).
Menurut Sabani, konsolidasi seluruh perangkat daerah untuk bersama-sama menyukseskan program Gubernur H Isran Noor dan Wakil Gubernur H Hadi Mulyadi dengan melaksanakan visi-misi yang telah ditetapkan selama 2018-2023.
“Kita siap melaksanakan program pembangunan Berani Untuk Kalim Berdaulat. Tentunya melakukan pembenahan lebih terencana terhadap berbagai kegiatan birokrasi. Seperti penataan personil, pembinaan disiplin, pengembangan kualitas SDM aparatur, dan upaya peningkatan kesejahteraan ASN,” paparnya.
Sa’bani mengatakan jabatan yang diemban menjadi amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Guna mewujudkan itu semua tentu diperlukan koordinasi dan sinergitas lintas perangkat daerah bersama pihak terkait lainnya.
“Situasi pandemi Covid-19 sekarang ini diperlukan konsolidasi dan solidaritas tinggi nelakukan upaya terbaik dan strategi yang tepat dalam mengatasinya. Termasuk antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan dari segi kesehatan, ekonomi dan sosial. Sehingga tertanggulangi dan bisa kembali pada kehidupan yang normal,” ungkap,” Sa’bani.

Pelantikan Pejabat Sekprov Kaltim

SAMARINDA – Gubernur Kaltim H Isran Noor mengatakan pelantikan dan pengambilan sumpah Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim H Muhammad Sa’bani merupakan tindak lanjut atas kekosongan jabatan.
Dikatakan, sesuai amanah dari Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pejabat Sekretaris Daerah, Gubernur selaku Wakil Pemerintah Pusat memiliki kewenangan untuk mengangkat pejabat sekretaris daerah setelah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
“Atas dasar persetujuan Mendagri, hari ini saya selaku Gubernur Kaltim menetapkan dan mengangkat HM Sa’bani sebagai Pejabat Sekdaprov Kaltim,” kata Isran Noor di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (15/5/2020).
Isran Noor mengingatkan Sekdaprov melaksanakan dan membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan, pengkoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administratif.
“Lakukan pembenahan lebih terencana terhadap berbagai masalah internal birokrasi. Seperti penataan personil, pembinaan disiplin ASN, pengembangan kualitas SDM aparatur dan upaya peningkatan kesejahteraan ASN,” pesan Isran Noor.
Dikatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah dihadapkan dengan situasi yang cukup berat berkaitan penanggulangan Covid-19, maupun dampak yang ditimbulkan.
“Saya mengajak kita semua, terutama para pimpinan tinggi ASN untuk bekerja keras melakukan langkah-langkah maju dan terukur seusai arahan pemerintah pusat,” tandasnya.
Pemprov Kaltim, lanjut Isran Noor harus bersatu padu dengan semua kalangan untuk membangun kembali akibat dampak Covid-19, sehingga normal seperti sedia kala di segala bidang. “Kita harus melakukan langkah cepat, terukur dan profesional dalam menghadapi situasi saat ini,” harapnya.
Hadir Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi. Tampak pula istri gubernur/wakil gubernur, Hj Norbaiti Isran Noor dan Hj Erni Hadi Mulyadi, staf ahli/tenaga ahli, asisten, kepala biro dan pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim. Pelantikan disiarkan secara langsung melalui vertual video conference

Update Kasus COVID-19 di Kaltim per tanggal 14 Mei 2020 jam 12.00 wita

Penambahan PDP dengan hasil negatif sebanyak 7 kasus
Kukar 6 Kasus
Berau 1 kasus

Penambahan kasus PDP sebanyak 3 kasus
Kukar 2 kasus
Balikpapan 1 kasus

Penambahan kasus terkonfirmasi POSITIF sebanyak 8 kasus dari
Kutai Kartanegara
KKR 25 (Laki-laki, 46 th)
KKR 26 (Laki-laki, 47 th)
KKR 27 (Laki-laki, 38 th)
KKR 28 (Laki-laki, 26 th)
KKR 29 (Laki-laki, 33 th)
KKR 31 (Laki-laki, 28 th)
KKR 32 (Laki-laki, 44 th)
Sebanyak 7 kasus merupakan hasil tracing kluster Gowa dengan hasil rapid
test reaktif. Kasus dirawat di Wisma Atlet Kutai Kartanegara sejak 19 April – 5
Mei 2020
KKR 30 (Laki-laki 10 tahun) merupakan kontak erat PDP dari kluster Gowa
yang memiliki hasil rapid test reaktif. Kasus dirawat di Wisma Atlet Kutai
Kartanegara.

Kasus terkonfirmasi SEMBUH sebanyak 11 kasus
Penajam Paser Utara 1 kasus
PPU 7 Kab PPU/PPU 11 Provinsi (Laki-laki 43 tahun) merupakan kasus berasal
dari kluster Gowa yang telah dirawat di RSUD Ratu Aji Putri Botung sejak 4
April 2020.
Kutai Kartanegara 1 Kasus
KKR 3 (Laki-laki 22 tahun) merupakan pelaku perjalanan dari Malang yang
telah di rawat di RSUD AM Parikesit sejak 14 April 2020

Balikpapan 9 kasus
BPN 13 (Laki-laki 50 tahun)
BPN 16 (Wanita 68 tahun)
BPN 17 (Wanita 30 tahun)
BP

Rilis BPBD Kaltim per Minggu 10 Mei 2020 Harus Tetap Sehat

Hingga Minggu (10/5/2020) sebanyak 34 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Bertambah 3 pasien dibanding sehari sebelumnya.
“Mudah-mudahan setiap hari kita bisa terus mendapat kabar kesembuhan. Tetap optimis, kerja keras, jujur dan peduli. Saya kira itu semua adalah kunci untuk kita bisa menghentikan Covid-19 ini,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim H Nazrin di Samarinda, Senin (11/5/2020).
Ke-34 pasien yang sembuh masing-masing dari Balikpapan 17 orang, Kutai Barat 1 orang, Samarinda 7 orang, Penajam Paser Utara 5 orang, Bontang 2 orang dan Kutai Kartanegara 2 orang.
“Yang sehat harus tetap sehat, yang sakit harus sembuh dan kembali sehat. Itulah pesan utamanya,” tegas Nazrin.
Sementara itu jumlah pasien positif sebanyak 218 orang. Kasus positif tertinggi masih terjadi di Balikpapan dengan 43 orang, kemudian Berau dengan 32 orang, Kutai Timur 31 orang, Samarinda 30 orang, Kutai Kartanegara 24 orang, Penajam Paser Utara 17 orang, Kutai Barat 16 orang, Paser 14 orang dan Bontang 11 orang.
Sembilan kabupaten dan kota berada dalam zona merah (jumlah pasien positif di atas 10 orang). Hanya Kabupaten Mahakam Ulu yang berada di zona hijau (pasien positif 0). Dan tidak ada yang berada dalam zona kuning (jumlah pasien positif dari 1-10 orang).
Di Mahakam Ulu dilaporkan tidak ada kasus positif Covid-19, begitu pun Pasien Dengan Pengawasan (PDP). Di kabupaten yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia itu terpantau 98 ODP